Mental Breakdown belakangan ini menjadi sorotan publik, khususnya para remaja. kita seringkali mengakui mengalami beberapa gejala sakit mental untuk menarik simpati orang orang disosial media, tidak semua, tapi seringkali terjadi. sehingga kita sulit menemukan siapa yang benar benar mengalami mental breakdown itu sendiri. semakin berkembangnya teknologi, banyak situs yang dengan mudahnya dibuka untuk pengetahuan umum manusia tentang berbagai jenis penyakit mental. tapi sayangnya tanpa pendampingan orang tua, kita sebagai anak anak remaja seringkali menelan semua yang dibaca tanpa pemahaman lebih lanjut dan mendiagnosis diri sendiri mengalami hal yang dibaca.
Halo semuanya! balik lagi sama aku yang udah lama banget ga bikin artikel yang panjang kayak kenangan aku sama dia hahaha. eh, sebelumnya nih kalian tau kan apa itu Mental Breakdown? buat yang masih bingung, aku jelasin secara singkat ya. yang udah tau, boleh deh menambah ini buat referensi atau sebagai catatan.
Apasih Mental Breakdown itu?
Mental breakdown sendiri sebenarnya adalah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan psikis, perilaku dan fisik yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti diphk dari pekerjaan, kematian anggota keluarga, masalah finansial, atau kehilangan orang yang kita sayangi dan lain sebagainya. selain faktor faktor tersebut, mental breakdown itu lebih sering terjadi saat seseorang mendapatkan masalah secara tiba tiba, bersamaan dan terus menerus tanpa mendapat solusi sama sekali.
Saat seseorang mengalami Mental Breakdown, ia akan mengalami gejala seperti depresi, insomnia, moody swing, paranoid atau juga serangan panik atau kecemasan yang berlebihan. gejalanya mengacu pada seberapa parah orang itu mengontrol dirinya sendiri ya teman teman.
Banyak harapan yang dapat mengembalikan lagi semangat orang yang mengalami Mental Breakdown. bisa dari kesadaran diri sendiri, uluran tangan dari keluarga, bantuan secara langsung dari teman teman terdekat, atau dari hal hal tidak terduga lainnya yang dapat memicu alam bawah sadar untuk mendapatkan solusi dari masalah masalah yang dihadapi. contohnya Motivasi. loh? emang motivasi bisa menyelamatkan penderita mental breakdown? BISA DONG!
motivasi adalah harapan meskipun kecil
tenang ya teman teman. mental breakdown gak semengerikan itu kok, tapi juga gabisa dianggap enteng untuk hal sepele ya. biasanya mental breakdown bersifat sementara, saat seseorang mengalami stres berat aja. kuncinya adalah solusi dari masalah yang dihadapinya. nah, untuk mendapatkan solusi, seorang mental breakdown harus mengembalikan dan meningkatkan semangatnya dulu. disinilah posisi motivasi itu dibutuhkan. sebagai pemicu semangat lagi.
Motivasi itu bisa datang dari mana aja loh. apalagi di zaman modern ini, banyak banget motivasi di mesin pencari google atau sosial media teman teman. tapi harus ingat ya! pintar pintar membaca motivasi, terkadang ada kalimat motivasi yang bukannya bersifat membangun kepercayaan diri, ini malah mengahancurkan semangat lebih jauh lagi. lebih amannya, minta motivasi dari orang orang terdekat. bisa orang tua, keluarga, sahabat, teman dekat, pasangan ataupun guru kalian. khususnya buat anak anak sekolah menengah atas nih, biasanya disediakan guru bimbingan konseling di sekolahnya, manfaatkan kesempatan untuk mengobrol dan menceritakan masalah kalian jika bertemu ya! jangan ragu dan sungkan untuk menceritakan masalah kalian supaya gak dipendem sendirian. pilih orang orang terbaik yang bisa dipercaya dan memberikan motivasi dengan baik untuk dijadikan tempat bercerita ya.
sampai jumpa dicatatanku selanjutnya. Stay strong and be happy!